I’m doing it for the greater good.

“Justifikasi moral adalah mekanisme penghindaran yang kuat. Perilaku merusak dibuat seakan dapat diterima secara pribadi dan sosial. Karena hal inilah kebanyakan tuntutan terhadap kekerasan biasanya tidak diindahkan.” – Albert Bandura

Kasus ini seringkali di dengar di berbagai media dan sayangnya, memang banyak sekali yang ikut menerima. Perilaku yang salah, di luar dari alasan apapun seseorang melakukannya, akan tetap salah.
Maafkanlah orangnya, bukan tindakannya.
Tugas Refleksi 2.jpg
Oleh : Prinka Ashilla
Advertisements

Refleksi Teori Social Learning Bandura bagi Orangtua

Oleh: Nabil Ali Faruqi

Albert Bandura mengatakan bahwa manusia belajar dari mengamati orang lain berperilaku. Seorang anak misalnya, ia melihat orang tuanya bercakap, makan, dan sebagainya lalu ia menirukannya. Orang tua yang baik, menurut teori Bandura, adalah mereka yang tidak hanya memberi nafkah secara lahiriyah, lebih dari itu orang tua yang baik dapat menjadi model bagi anak untuk berperilaku dengan baik.

kk

Tentang Pengondisian dan Belajar

Oleh: Yosua Alam Setyadi

Pengondisian. Semakin sering dilakukan, akan semakin berdampak pada si pelaku. Begitu pula dengan mengendarai sepeda motor. Semakin sering kita berlatih mengendarai sepeda motor, akan semakin baik cara kita mengendarai sepeda motor. Berlatih adalah suatu pengondisian. Sama halnya dengan olahraga, menulis, ataupun hal-hal lain. Semakin sering kita melakukan suatu hal, semakin terbiasa kita dengan hal tersebut.

Putih Abu-Abu

Oleh: Tryan Tutiarima

Shakila gadis berumur 17 tahun dengan ketomboyan dan dia menjadi murid terhits di sekolahnya. Pertama masuk sekolah setelah liburan panjang, ia kesiangan karena terjebak macet. Gerbang sekolah sudah tertutup.

Shakila mencoba untuk membujuk satpam

“pak, pak, boleh kah saya masuk?” seru shakila. “ini sudah jam berapa? Kenapa kamu baru datang!” jawab satpam. “iya pak maaf, tadi dijalan macet banget. Pliss pak saya mohon buka gerbangnya. Aku harus masuk kelas bapak Risan, dia itu orangnya galak pak. Nanti saya diberi alfa sama beliau. Saya janji tidak akan mengulanginya” penjelasan shakila kepada satpam. Akhirnya dibuka kan gerbangnya “lain kali tidak boleh kesiangan yaa” kata satpam.

Dikelas~

Dengan nafas yang terengah-engah shakila mencoba untuk mengetuk pintu. “tok, tok, tok” assalamualaikum pak, boleh kah saya masuk untuk mengikuti pembelajaran? Tanya shakila kepada sang guru. “Pergi kamu dan lari 3 keliling lapangan. Kamu tidak diizinkan mengikuti kelas saya!!!” dengan nada tinggi dan mengangkat tangan mengusir shakila dari kelas.

Terik matahari yang begitu panas, shakila lari memutari lapangan yang begitu luas. Shakila menjalankan perintah dari guru tersebut. Setelah shakila selesai menjalankan perintahnya. Dia bergegas ke depan kelas untuk istirahat dan menunggu jam pelajaran berikutnya.

Bapak Risan memang terkenal dengan ke killerannya. Seluruh murid sudah mengetahuinya. Beliau sangat tidak suka dengan anak yang terlambat dan ia tidak segan segan untuk menghukumnya. Kedisiplinan menurut ia nomer satu dan ingin menanamkan kepada muridnya untuk menjadi orang yang disiplin.

 

7 hari berlalu setelah kejadian tersebut

Shakila bergegas dari tempat tidurnya pukul 05.00, ia mempersiapkan dirinya untuk pergi ke sekolah. Ia bersemangat untuk mengikuti kelas bapak killer itu. Setelah beres semua ia cepat cepat berangkat ke sekolah. Ia melewati jalan yang tidak biasanya ia lalui ia memilih untuk memotong jalan dan agar tidak terkena macet.

Sampai di sekolah dan ia menjadi murid yang pertama datang ke sekolah. Ia senang karena ia bisa mengikuti pelajaran kimia dan tidak terkena marah oleh bapak killer itu.

Shakila pun sekarang menjadi murid yang selalu rajin datang ke sekolah sebelum bel berbunyi. Shakila tidak hanya datang lebih awal pada mata pelajaran kimia saja, tetapi semua pelajaran ia selalu datang dengan lebih cepat dibandingkan murid yang lain. Shakila menjadi terbiasa ke sekolah pagi hari dan menjadi murid yang rajin.

Sekian~

Rimba terlalu kejam!

Oleh: Zaynullah Muhammad Aydi

Ibarat singa kecil yang baru belajar mengaum. Ia dengan bangga membusungkan dada. Kemudian ia belajar memburu seekor rusa. Ia seakan menjadi raja. Sang singa kecil dengan kesombongannya, namun seekor kelinci menertawakan. “Hahaha baru gitu doang”.

Sesungguhnya sang singa kecil baru berburu beberapa mil saja dari sarang kenyamanannya. Sang ibu pun masih mengawasinya. Nampaknya ia belum pantas berjumawa apalagi maju lebih jauh menaklukan jagat rimba.

Sang ibu singa yang khawatir sang anak akan tersisih oleh alam memberi nasihat,

“Jagat rimba terlalu kejam, nak. Tak bisa ditaklukkan hanya dengan auman. Ada sang gajah yang saat kau mengaum, kau akan habis diinjaknya. Berburu pun tak cukup hanya mencengram leher sang rusa. Kau harus mengalahkan lari cepat cheetah ataupun kekuatan macan tutul. Sarang yang sekarang kau diami tak akan terus nyaman kau tinggali.”

Singa kecil merasa sedikit malu karena aumannya ternyata tak bernilai apapun. Sang ibu menueruskan nasihatnya;

“Menjadi penguasa rimba tidaklah mudah. Menjadi kuat saja tidaklah cukup. Kemampuan bertahan hiduplah yang membuatu bertahan. Beradaptasi dengan segala kondisi akan membuatmu tak terkalahkan. Liha saja leluhur kita, Smilodon. Ia berhasil menjadi penguasa karena keliahaian dalam mencari mangsa dan bertahan di cuaca ekstrim.”

Focus on your goal

karimah_refleksi2

Beberapa hari belakangan, lagu ini selalu berputar dipikiran saya dan entah kenapa saya berfikir bahwa lagu ini mencerminkan orang yang berusaha untuk mencapai kemauannya. Ketika seseorang memiliki tujuan, ia akan meregulasi dirinya untuk terus berjuang mencapai tujuannya itu. Walaupun orang itu mendapatkan masalah yang menghalanginya mencapai tujuan itu Ia akan tetap berusaha sampai mencapai tujuannya.

Tentunya dalam hidup kita sering kali kita mendapatkan masalah-masalah lain yang berdampak pada usaha kita untuk mencapai tujuan yang kita miliki namun, kita seharusnya tidak berhenti dengan tujuan itu tetapi tetap berusaha menggapainya meskipun secara perlahan-lahan dengan cara meregulasi diri kita untuk tidak terpengaruh dengan masalah-masalah tersebut.

Created by: Karimah H Aliya

Bertahap

Quotes_Creator_20170222_180912.png

Menurut Piaget, perkembangan kognitif seseorang akan selalu beriringan dengan usianya. Disaat seseorang berusia 0-2 tahun maka ia akan berada pada tahap sensorimotor, pada usia 2-7 tahun seseorang akan berada pada tahap praoperasional, pada usia 7-11 tahun seseorang akan berada pada tahap operasional konkret dan pada usia 11-18 tahun seseorang akan berada pada tahap operasional formal. Dengan kata lain,  semakin bertambah usia seseorang maka ia semakin matang,  dan semakin matang seseorang maka akan semakin bijak ia dalam memaknai hidup.

 

Created by: Ghania Amalia

I’m missing you

Oleh: Meitha Eka Pangestikapicsart_02-20-08-00-23

Jika kejadian indrawi yang biasanya terjadi dalam kehidupan seseorang mendadak tidak terjadi lagi, maka akibatnya adalah munculnya kewaspadan ekstrem dan menggelisahkan yang dirasakan sebagai stres, takut, atau perasaan disorientasi.-Deprivasi Sensoris, Hebb

Sehari bersama eneng

20170222060621Jadi hari ini seperti biasa gua pergi ke kampus karena adanya kelas pagi. Jalanan macet parah dan setelah gua usut ternyata ada wisuda di salah saau universitas yang berdekatan dengan universitas gua.Dann… karena macet itu, alhasil gua telat masuk untungnya dosen yang baik hati masih mengizinkan gua untuk masuk kelas. Sebelum itu gua mau ngenalin diri, nama gua eneng semester 4 mahasiswa salah satu universitas negeri di bandung. Orang orang sih bilang gua caleuy. Apa ya caleuy tuh semacam orang yang ekspresinya bikin ngakak (?) Entahlah masih sulit untuk dijelaskan.

Siang ini pas gua dan temen temen lagi makan di salah satu kantin di daerah univ, gua ketemu ama wahid cemceman gua uhuy. Dan kalian semua harus tau! Dia bawa bunga cuy, gua sih udah ekspektasikan kalo bunga itu buat gue. Dan guess what?! Bunganya emang buat gua, tapi kampret emang ye ternyata ntu bunga dikasihin ke gua untuk menutupi kalo dia adalah tersangka yang memakan yupi mangga kesayangan gua saat anak anak ukm ngumpul di kostan gua. Dengan berat hati gua memaafkan dia walaupun ya sedikit sebal juga bro.

Setelah siang nongki nongki sambil ngecengin tukang cuangki gua dan temen temen harus kembali ke kampus untuk kelas siang. Semangat euy barudak

Sorenya gua kumpul ukm untuk pemilihan ketua ukm. Kalo gua mau jadi ketua ukm. Gua harus mencalonkan diri. Oleh karena itu gua mencalonkan diri menjadi ketua ukm dan karena prosesnnya yang lama, pemilihan ketua ukm di pending sampe besok.

Pokoknya dari siang sampe sore ini bener bener dah luar biasa banget. Jadi tak sabar untuk besok.

***

Dibuat oleh: Kharisma Dewanty Aulia

Cerpen diadaptasi dari Konsep BF Skinner

Diposting oleh: Ulfah Hayati

selesaiMungkin sebagian dari kalian memiliki orangtua yang sering mengatur dan terkadang melarang hal yang sebenarnya kita sukai, jika ya mungkin juga kalian sama seperti saya yang dulu berpikiran bahwa orangtua itu sangat menjengkelkan. Mereka memerintah dan melarang sekemauan mereka, menyuruh kita mengerjakan tugas sekolah, belajar, tidak boleh pulang malam, tidak boleh berbohong dan masih banyak larangan yang lainnya. Setiap orangtua pasti ingin yang terbaik untuk anaknya, mereka ingin anak mereka berpendidikan, sukses, dan tentunya dapat membuat mereka bangga atas apa yang telah anaknya lakukan. Orangtua saya dulu selalu memberikan hadiah ketika saya mendapatkan peringkat terbaik di kelas dan jika peringkat saya turun maka tidak ada hadiah untuk saya.

Satu kejadian yang saya mengerti sekarang, dulu setiap pukul 19.30-22.00 WIB saya harus keluar dari kamar tidur saya menuju ke ruangan khusus buku-buku yang biasa kami sebut perpustakaan kecil untuk belajar dan mengerjakan tugas-tugas sekolah yang keesokan harinya akan dikumpulkan. Saya sangat jengkel harus melakukan rutinitas seperti itu walaupun keesokan harinya orangtua saya memberikan uang saku lebih sebagai hadiah karena sudah belajar ketika malam. Sebenarnya setiap malam saya selalu ingin menggambar dan mewarnai karena memang hal itu sangat saya sukai. Akan tetapi, mereka melarang saya melakukan itu karena mereka menganggap bahwa itu hanya membuang-buang waktu karena memang jika saya sudah menggambar maka saya akan lupa waktu dan lupa tugas sekolah saking asyiknya.

Berdasarkan hal diatas, jika melihat dari sudut pandang orangtua maka disitu orangtua menginginkan saya tumbuh menjadi orang yang pintar karena setiap malam mereka memerintahkan saya untuk terus belajar. Karena saya selalu menuruti perintahnya untuk belajar, maka orangtua saya memberikan imbalan dengan memberikan uang saku yang lebih seperti yang telah saya sebutkan. Dan juga mereka menciptakan adanya konsistensi dengan cara memfasilitasi dan menata lingkungan yang ada dirumah saya dengan buku-buku sehingga lingkungan yang seperti itu mendukung perilaku yang mereka tuju tadi.

Disatu sisi yang berbeda jika dilihat dari sudut pandang saya dulu. Salah satu alasan setiap malam saya mau belajar adalah saya menginginkan imbalan yang mereka berikan untuk saya kumpulkan sehingga saya dapat membeli alat-alat menggambar karena memang pada saat itu alat-alat menggambar yang saya miliki disimpan oleh orangtua saya karena saya dilarang untuk menggambar karena dianggap membuang-buang waktu.

Jika dikaitkan dengan teori B.F Skinner,  penguat primer/ utama dalam kasus ini adalah kreativitas yaitu menggambar, dan uang merupakan penguat sekunder yang kemudian dipasangkan dengan lebih dari satu penguat utama. Jadi, uang merupakan penguat yang digeneralisasikan karena uang ini diasosiasikan dengan banyak penguat utama, dengan uanng tersebut akhirnya saya dapat membeli peralatan menggambar. Karena stimulusnya ini kuat, maka saya akan cenderung mengulanginya lagi.