Rimba terlalu kejam!

Oleh: Zaynullah Muhammad Aydi

Ibarat singa kecil yang baru belajar mengaum. Ia dengan bangga membusungkan dada. Kemudian ia belajar memburu seekor rusa. Ia seakan menjadi raja. Sang singa kecil dengan kesombongannya, namun seekor kelinci menertawakan. “Hahaha baru gitu doang”.

Sesungguhnya sang singa kecil baru berburu beberapa mil saja dari sarang kenyamanannya. Sang ibu pun masih mengawasinya. Nampaknya ia belum pantas berjumawa apalagi maju lebih jauh menaklukan jagat rimba.

Sang ibu singa yang khawatir sang anak akan tersisih oleh alam memberi nasihat,

“Jagat rimba terlalu kejam, nak. Tak bisa ditaklukkan hanya dengan auman. Ada sang gajah yang saat kau mengaum, kau akan habis diinjaknya. Berburu pun tak cukup hanya mencengram leher sang rusa. Kau harus mengalahkan lari cepat cheetah ataupun kekuatan macan tutul. Sarang yang sekarang kau diami tak akan terus nyaman kau tinggali.”

Singa kecil merasa sedikit malu karena aumannya ternyata tak bernilai apapun. Sang ibu menueruskan nasihatnya;

“Menjadi penguasa rimba tidaklah mudah. Menjadi kuat saja tidaklah cukup. Kemampuan bertahan hiduplah yang membuatu bertahan. Beradaptasi dengan segala kondisi akan membuatmu tak terkalahkan. Liha saja leluhur kita, Smilodon. Ia berhasil menjadi penguasa karena keliahaian dalam mencari mangsa dan bertahan di cuaca ekstrim.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s