Putih Abu-Abu

Oleh: Tryan Tutiarima

Shakila gadis berumur 17 tahun dengan ketomboyan dan dia menjadi murid terhits di sekolahnya. Pertama masuk sekolah setelah liburan panjang, ia kesiangan karena terjebak macet. Gerbang sekolah sudah tertutup.

Shakila mencoba untuk membujuk satpam

“pak, pak, boleh kah saya masuk?” seru shakila. “ini sudah jam berapa? Kenapa kamu baru datang!” jawab satpam. “iya pak maaf, tadi dijalan macet banget. Pliss pak saya mohon buka gerbangnya. Aku harus masuk kelas bapak Risan, dia itu orangnya galak pak. Nanti saya diberi alfa sama beliau. Saya janji tidak akan mengulanginya” penjelasan shakila kepada satpam. Akhirnya dibuka kan gerbangnya “lain kali tidak boleh kesiangan yaa” kata satpam.

Dikelas~

Dengan nafas yang terengah-engah shakila mencoba untuk mengetuk pintu. “tok, tok, tok” assalamualaikum pak, boleh kah saya masuk untuk mengikuti pembelajaran? Tanya shakila kepada sang guru. “Pergi kamu dan lari 3 keliling lapangan. Kamu tidak diizinkan mengikuti kelas saya!!!” dengan nada tinggi dan mengangkat tangan mengusir shakila dari kelas.

Terik matahari yang begitu panas, shakila lari memutari lapangan yang begitu luas. Shakila menjalankan perintah dari guru tersebut. Setelah shakila selesai menjalankan perintahnya. Dia bergegas ke depan kelas untuk istirahat dan menunggu jam pelajaran berikutnya.

Bapak Risan memang terkenal dengan ke killerannya. Seluruh murid sudah mengetahuinya. Beliau sangat tidak suka dengan anak yang terlambat dan ia tidak segan segan untuk menghukumnya. Kedisiplinan menurut ia nomer satu dan ingin menanamkan kepada muridnya untuk menjadi orang yang disiplin.

 

7 hari berlalu setelah kejadian tersebut

Shakila bergegas dari tempat tidurnya pukul 05.00, ia mempersiapkan dirinya untuk pergi ke sekolah. Ia bersemangat untuk mengikuti kelas bapak killer itu. Setelah beres semua ia cepat cepat berangkat ke sekolah. Ia melewati jalan yang tidak biasanya ia lalui ia memilih untuk memotong jalan dan agar tidak terkena macet.

Sampai di sekolah dan ia menjadi murid yang pertama datang ke sekolah. Ia senang karena ia bisa mengikuti pelajaran kimia dan tidak terkena marah oleh bapak killer itu.

Shakila pun sekarang menjadi murid yang selalu rajin datang ke sekolah sebelum bel berbunyi. Shakila tidak hanya datang lebih awal pada mata pelajaran kimia saja, tetapi semua pelajaran ia selalu datang dengan lebih cepat dibandingkan murid yang lain. Shakila menjadi terbiasa ke sekolah pagi hari dan menjadi murid yang rajin.

Sekian~

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s