Operant “Love” Conditioning

OPERATIONAL ‘LOVE’ CONDITIONING
oleh Nurul Fadillah (1504921)

Taeyang memasukkan buku-bukunya ke dalam tas, lalu menutup resleting tas itu sambil terburu-buru. Dia berdiri, membawa tas itu kemudian berlari menuruni tangga. Dia mengabaikan sapaan ibunya yang menyuruh untuk sarapan terlebih dahulu. Dia langsung memakai sepatu, berlari ke arah garasi kemudian menyalakan motornya dan pergi meninggalkan rumah dengan cepat.
Mata kuliah jam pertama di Senin yang sedikit mendung ini adalah mata kuliah hidrolik. Mata kuliah si dosen killer yang jika ada salah satu mahasiswa yang terlambat datang, Mr.Top akan mengoceh selama satu jam pelajaran seperti ibu-ibu yang menasehati anaknya. Lebih baik datang tepat waktu meskipun tidak sempat sarapan, daripada harus mendengar Mr.Top mengoceh, pikir Taeyang. Untungnya tidak ada satu mahasiswa pun yang terlambat. Jadi hari ini selamat dari serangan ocehan Mr.Killer.
Pukul dua belas siang, Taeyang sudah memiliki janji akan makan siang bersama Hyorin, teman yang ia kenal ketika Orientasi Studi Pengenalan Kampus (Ospek) universitas. Mereka memutuskan untuk bertemu di kafe Bigbang, kafe yang berjarak lima puluh meter dari kampus. Taeyang yang sampai terlebih dahulu di kafe kemudian membuka buku. Sambil menunggu Hyorin datang, ia kemudian membaca sekilas pelajaran yang sudah disampaikan Mr. –killer- Top tadi.
Dua puluh menit kemudian Hyorin datang dengan nafas yang terengah-engah.
“Maaf ya terlambat, tadi aku ditahan Yura buat dengerin dia cerita. Ya kamu tahu sendirilah dia kalo cerita ga cukup lima menit”, cibir Hyorin.
“Yura temen kamu yang suka kamu sebut nenek lampir itu?”, tanya Taeyang.
“Iya itu, bikin kesel aja.”, kata Hyorin sambil menyimpan tas nya kemudian duduk di kursi depan Taeyang.
“Kamu udah lama nunggu nya?”, tanya Hyorin sambil membolak-balik buku menu.
“Baru dua puluh menit lah. Pesen makan dulu gih.”, jawab Taeyang.
“Iya ini mau.”, kata Hyorin, kemudian memanggil pelayan untuk memesan makanan dan minuman.
Taeyang dan Hyorin berasal dari sekolah yang berbeda, mereka tidak saling mengenal, yang kemudian menjadi dekat setelah berkenalan saat ospek universitas. Mereka saat ini sudah memasuki semester 3, dan selama itu pula mereka saling mengenal dan menjadi teman dekat.
Taeyang dan Hyorin awalnya tidak memiliki kedekatan, mereka tidak saling mengenal, dan tidak memiliki perasaan apapun satu sama lain. Taeyang seorang mahasiswa teknik mesin dengan perawakan tinggi sering kali memberi Hyorin perhatian-perhatian kecil yang ditanggapi oleh Hyorin dengan baik. Taeyang tidak keberatan untuk mengantar jemput Hyorin, menemani Hyorin mengerjakan tugas-tugas kuliah, memberi surprise ketika ulang tahun, bahkan menengok ketika Hyorin sakit. Perhatian-perhatian Taeyang ini kemudian ditanggapi Hyorin dengan sikap yang menyenangkan, tidak jarang Hyorin juga memberi perhatian yang sama kepada Taeyang. Sikap yang baik dan perhatian Hyorin kepada Taeyang membuatnya senang dan membuat ia lebih perhatian kepada Hyorin. Begitupun dengan Hyorin, ia menjadi lebih perhatian kepada Taeyang. Hyorin, seorang mahasiswa cantik jurusan fashion design merasa nyaman dengan perlakuan Taeyang kepadanya.
Suatu ketika, Taeyang merasa bahwa Hyorin tidak menanggapi bahkan mengabaikan perhatian yang diberikan padanya, ia juga merasa bahwa perhatian Hyorin padanya mulai berkurang. Hyorin sudah jarang menghabiskan waktu bersama Taeyang, bahkan sudah jarang meminta tolong kepada Taeyang. Tanpa Taeyang ketahui, ternyata Hyorin dekat dengan seorang laki-laki bernama Seungri, mahasiswa tingkat tiga Teknik Sipil.
Taeyang kemudian mendengar kabar bahwa Hyorin sedang dekat dengan seorang laki-laki, seniornya di fakultas teknik. Perubahan sikap Hyorin yang tidak menanggapi perhatian Taeyang membuatnya untuk tidak lagi memberi perhatian kepada Hyorin dan memutuskan untuk menjauhi Hyorin. Ketika Taeyang bertemu lagi dengan Hyorin, mereka berinteraksi seperti saat mereka belum menjadi teman dekat.
Beberapa bulan kemudian, ketika Hyorin sudah berpisah dengan lelaki bernama Seungri, Taeyang mencoba untuk mendekati Hyorin kembali. Taeyang mencoba untuk memberikan perhatian-perhatiannya lagi yang ditanggapi oleh Hyorin dengan baik. Mereka kembali dekat lagi dan berinteraksi seperti dulu mereka ketika menjadi teman dekat.

*ps : sebuah cerita dengan konsep negative reinforcement, operant conditioning, extinction, dan spontaneous recovery.BF SKINNER2.jpg

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s