Refleksi Pembelajaran – Model Behavioris Skinner

Ditulis oleh: Muhammad Rezha Taufani

dsc_0203Model pembelajaran behaviorisme Skinner bagi saya adalah model pembelajaran yang paling sederhana dan tidak terlalu rumit, Just Do and Accept the Experience. Conditioning yang digagas oleh Skinner cocok bagi saya, karena saya lebih terbiasa untuk mendapatkan informasi yang bisa saya jadikan sebagai Knowledge seperti bagaimana saya harus mengambil keputusan dengan tegas dan pasti untuk mendapatkan pemasukkan dari dunia luar sebanyak mungkin, baik itu memiliki konsekuensi negatif maupun positif, dan saya menafsirkan bahwa segala bentuk proses pembelajaran itu bersifat internalisasi yang komprehensif dan kontemplatif. Sentimen merupakan ketidakberdayaan saya secara afeksional, dan itu bagi saya juga termasuk sebagai proses pembelajaran.

Langkah praktis yang saya ambil sekarang ini secara behavioris adalah bentuk refleksi perilaku yang mengarah pada kontra dari habit atau kebiasaan yang negatif secara umum. Seperti malas membaca, malas bersih-bersih kamar, malas untuk mengerjakan tugas, dan malas untuk fokus dalam mengerjakan segala tugas perkuliahan saya.

Saya memaksa semua proses kontradiktif tersebut dengan beberapa bentuk seperti meninggalkan perkumpulan yang biasanya memakan waktu sampai tengah malam, menghindari pikiran-pikiran negatif yang berkelanjutan dengan fokus mengerjakan sesuatu ketimbang diam tidak melakukan apa-apa, dan lebih sering untuk membaca buku ketimbang memegang smartphone (Smartphone hanya saya gunakan untuk mencari informasi dan berkomunikasi dengan rekan-rekan baik bisnis maupun keperluan akademik saja).

Namun saya tidak menghilangkan rutinitas untuk berkumpul secara total, karena saya masih menganggap bahwa menjalin relasi dan berhubungan dengan orang lain dengan baik merupakan suatu kebutuhan dan ibadah bagi saya, saya hanya membatasi beberapa konteks kegiatan yang bisa menyerap energy saya kearah yang negatif. Caranya dengan menolak bila mendapat ajakan untuk berkumpul dan apabila berkumpul dan ada tugas yang perlu dikerjakan baik itu dari perkuliahan maupun kerja, saya memilih untuk mengabaikan lingkungan sekitar dan fokus pada apa yang menjadi tanggung jawab saya. Karena dari tanggung jawab itu saya bisa mendapatkan kebebasan.

Model ini memang cukup sulit untuk diterapkan pada awal-awal untuk memulai, dan kadang saya sendiri menghadapi banyak keraguan ketika mau berubah seperti sekarang ini, karena mau tidak mau saya memaksakan saya sendiri untuk keluar dari zona yang tidak pernah saya jalani sebelumnya.

dsc_0204Apa yang saya dapat sekarang menjadi kepuasan bagi saya, saya merasa pengetahuan saya semakin lebih berisi dibandingkan dengan saya yang sebelumnya, saya juga jadi lebih terbiasa untuk melihat sesuatu dari berbagai sudut pandang. Konsekuensi untuk lebih terisolasi dari hidup yang kekinian memang menjadi tebusan yang harus saya terima ketika saya memilih jalur seperti sekarang ini, namun yang tetap terus mendorong saya kedepan untuk menjadi seperti ini adalah kata-kata dari seorang aktivis pada masa orde lama dan orde baru bahwa jalan seorang intelektual adalah jalan yang penuh dengan kesunyian dan penderitaan, namun dimasa mendatang saya yakin selam saya terus mencoba untuk belajar dan membanun karya yang bisa bermanfaat untuk masyarakat sekitar maka itu bisa menjadi suatu pencapaian yang tidak akan pernah saya sesali dalam hidup saya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s