Self-regulated

Oleh: Karina Tria

picsart_02-19-07-48-14

Advertisements

Refleksi Teori Social Learning Bandura bagi Orangtua

Oleh: Nabil Ali Faruqi

Albert Bandura mengatakan bahwa manusia belajar dari mengamati orang lain berperilaku. Seorang anak misalnya, ia melihat orang tuanya bercakap, makan, dan sebagainya lalu ia menirukannya. Orang tua yang baik, menurut teori Bandura, adalah mereka yang tidak hanya memberi nafkah secara lahiriyah, lebih dari itu orang tua yang baik dapat menjadi model bagi anak untuk berperilaku dengan baik.

kk

Tentang Pengondisian dan Belajar

Oleh: Yosua Alam Setyadi

Pengondisian. Semakin sering dilakukan, akan semakin berdampak pada si pelaku. Begitu pula dengan mengendarai sepeda motor. Semakin sering kita berlatih mengendarai sepeda motor, akan semakin baik cara kita mengendarai sepeda motor. Berlatih adalah suatu pengondisian. Sama halnya dengan olahraga, menulis, ataupun hal-hal lain. Semakin sering kita melakukan suatu hal, semakin terbiasa kita dengan hal tersebut.

Classical Conditioning

Oleh: Tryan Tutiarima

quotes-1

Ketika dalam proses belajar dan kita mencoba dengan cara pengkondisian klasik, maka yang menjadi tujuan dari belajar tersebut adalah perubahan perilaku dari individu tersebut. dan pengkondisian akan hilang ketika diberikan stimulus secara terus menerus menjadi otomatis dan berubah jadi perilaku yang diinginkan

Putih Abu-Abu

Oleh: Tryan Tutiarima

Shakila gadis berumur 17 tahun dengan ketomboyan dan dia menjadi murid terhits di sekolahnya. Pertama masuk sekolah setelah liburan panjang, ia kesiangan karena terjebak macet. Gerbang sekolah sudah tertutup.

Shakila mencoba untuk membujuk satpam

“pak, pak, boleh kah saya masuk?” seru shakila. “ini sudah jam berapa? Kenapa kamu baru datang!” jawab satpam. “iya pak maaf, tadi dijalan macet banget. Pliss pak saya mohon buka gerbangnya. Aku harus masuk kelas bapak Risan, dia itu orangnya galak pak. Nanti saya diberi alfa sama beliau. Saya janji tidak akan mengulanginya” penjelasan shakila kepada satpam. Akhirnya dibuka kan gerbangnya “lain kali tidak boleh kesiangan yaa” kata satpam.

Dikelas~

Dengan nafas yang terengah-engah shakila mencoba untuk mengetuk pintu. “tok, tok, tok” assalamualaikum pak, boleh kah saya masuk untuk mengikuti pembelajaran? Tanya shakila kepada sang guru. “Pergi kamu dan lari 3 keliling lapangan. Kamu tidak diizinkan mengikuti kelas saya!!!” dengan nada tinggi dan mengangkat tangan mengusir shakila dari kelas.

Terik matahari yang begitu panas, shakila lari memutari lapangan yang begitu luas. Shakila menjalankan perintah dari guru tersebut. Setelah shakila selesai menjalankan perintahnya. Dia bergegas ke depan kelas untuk istirahat dan menunggu jam pelajaran berikutnya.

Bapak Risan memang terkenal dengan ke killerannya. Seluruh murid sudah mengetahuinya. Beliau sangat tidak suka dengan anak yang terlambat dan ia tidak segan segan untuk menghukumnya. Kedisiplinan menurut ia nomer satu dan ingin menanamkan kepada muridnya untuk menjadi orang yang disiplin.

 

7 hari berlalu setelah kejadian tersebut

Shakila bergegas dari tempat tidurnya pukul 05.00, ia mempersiapkan dirinya untuk pergi ke sekolah. Ia bersemangat untuk mengikuti kelas bapak killer itu. Setelah beres semua ia cepat cepat berangkat ke sekolah. Ia melewati jalan yang tidak biasanya ia lalui ia memilih untuk memotong jalan dan agar tidak terkena macet.

Sampai di sekolah dan ia menjadi murid yang pertama datang ke sekolah. Ia senang karena ia bisa mengikuti pelajaran kimia dan tidak terkena marah oleh bapak killer itu.

Shakila pun sekarang menjadi murid yang selalu rajin datang ke sekolah sebelum bel berbunyi. Shakila tidak hanya datang lebih awal pada mata pelajaran kimia saja, tetapi semua pelajaran ia selalu datang dengan lebih cepat dibandingkan murid yang lain. Shakila menjadi terbiasa ke sekolah pagi hari dan menjadi murid yang rajin.

Sekian~